WhatsApp
Tips Mengembangkan Kemampuan Leadership
Setiap orang mampu menjadi pemimpin yang baik, hanya banyak orang yang tidak tau cara mengembangkan jiwa leadership yang mereka punya.
10 November, 2021 by
Tips Mengembangkan Kemampuan Leadership
Irfan Saiful Anwar

Setiap orang mampu menjadi pemimpin yang baik, hanya banyak orang yang tidak tau cara mengembangkan jiwa leadership yang mereka  punya. Leadership muncul karena adanya rangsangan dan pelatihan yang tepat sehingga leadership akan muncul dan terus terasah. Berikut merupakan sedikit cara untuk mengembangkan kemampuan leadership poin lovers.

1. Pahami Konsep (See, Do, Get)

Konsep ini bertujuan untuk membantu cara mengembangkan diri dan kemapuan leadership. Konsep sederhana ini hanya meminta untuk poin lovers memahami langkah awal setiap pemimpin. Mulai dari bagaimana point lovers mengolah apa yang point lovers lihat karena akan berpengaruh dari apa yang akan point lovers lakukan sehingga apa yang akan point lovers lakukan juga akan berpengaruh pada hasil yang akan diperoleh juga.

Ada dua tipe respond seseorang setelah melihat sesuatu, diantaranya: 
- Reactive 
Tindakan ini dilakukan tanpa dipikirkan secara matang.
Biasanya tipe orang reactive bereaksi berdasarkan mood, perasaan, dan kejadian, menuduh pihak lain dan menempatkan diri sebagi “korban”. Tindakan ini hanya membuang-buang waktu dan energy pada hal-hal diluar kendali dan dicap sebagai pola hidup negative
- Proactive
Tindakan proactive adalah tindakan yang dilakukan dengan memikirkan terlebih dahulu terhadap segala sesuatu tindakan.
Biasanya tipe orang proactive selalu berfikir terlebih dahulu sebelum merespon, dan mampu mengendalikan fokusnya sehingga mampu menjadikan manusia yang lebih baik “to be a better person”.


2. Pahami skala prioritas dalam pekerjaan
Ada 4 skala prioritas dalam diri kita yang di kelaskan dari Q1 sampai dengan Q4
- Q1 ada di skala urgent and important, biasanya situasi Q1 tidak selalu ada disetiap harinya, tetapi situasi ini sangat penting karena sangat beresiko karena adanya ancaman,adrenalin, adiktif yang mendorong seseorang masuk kedalam Q1.
- Q3 ada di skala urgent but not important, biasanya pekerjaan yang ada pada skala Q3 ini pekerjaan rutin yang kita lakukan sehingga masih bisa diatasi dan berlangsung seacara terus menerus seperti mengerjakan pekerjaan yang bukan seharusnya yang dapat mengganggu Q2.
- Q2 ada di skala not urgent but important, biasaya pekerjaan yang ada pada skala Q2 ini merupakan kegiatan untuk mengembangkan atau mencapai goals yang ingin dicapai dari pekerjaan rutin point lovers. Membangun relasi juga masuk kedalam Q2.
- Q4 ada di skala not urgent and not important, biasanya pekerjaan yang hanya menghabiskan sesuatu tanpa hasil yang jelas ada pada skala Q4 ini. Pekerjaan yang ada pada skala Q4 ini sebaiknya jangan dilakukan karena hanya mneghabis-habiskan waktu dengan hal yang tidak penting.


3. Membangun kepercayaan dengan anggota tim
Membangun kepercayaan ini sangat dibutuhkan dalam tim, jika leader dalam suatu tim tidak memiliki kepercayaan maka tidak akan muncul rasa respect antar anggota dan pekerjaan yang dilakukan tidak akan maksimal. Leader yang hebat mampu membangun kepercayaan anggota tim untuk menyelesaikan priorotas tertinggi tim nya.


Author: Irfan Saiful Anwar, Muhamad Akmal Alamsyah
Share this post